Para Airsoft’ers pasti sudah tahu kalau Baterai (atau batre?) B merupakan salah satu “nyawa” yang sangat penting bagi kegiatan ber-airsoft kita (selain BB tentunya ). Tidak ada salahnya kita mengenal lebih intim dan lebih mendalami mengenai per-batre-an ini. Ada beberapa jenis baterai yang digunakan di airsoft yang semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Nicd (Nickel Cadmium)
Batrei jenis ini sudah ada sejak jaman kuda gigit besi airsoft type AEG pertama di keluarkan. Jadi boleh dibilang sudah cukup kuno dan banyak terdapat kelemahannya. Kelemahan yang utama adalah apa yang disebut Memori Effect (ME). Mahkluk apakah ME itu??. Analoginya begini, misal kapasitas batrei 100% digunakan skirmish, setelah dar-der-dor bersisa hanya 10% dari kapasitas (90% pemakaian). Lalu batre itu kita CHARGE. Maka kapasita batre yang baru akan kita charge itu hanya tinggal 90% saja. Dengan kata lain, batre hanya mengisi di level pada saat terakhir di- DISCHARGE, akibat dari proses akumulasi gas yang terperangkap dalam plat sel batre. Jadi jika batrei hanya digunakan hanya sampei 30% dan langsung di charge, maka batre akan akan diisi oleh charger hanya yang terpakai saja (30% tadi ) yang dilanjutkan dengan penyusutan volume “gas” yang terperangkap tadi. Itu yang di namakan Memory Effect. Bottom line, untuk mengurai dampakME ini, Baterai jenis NIcd ini Harus Benar-benar kosong kalau hendak di Charge kembali.
NiMH (Nickel Metal-Hydride)
NiMH merupaka perkembangan dari batre jenis NiCd, yang kapasitasnya lebih besar dengan volume yang sama. Namun seperti saudaranya si NiCd, batre NiMH juga sangat rawan ME, meskipun (katanya) tidak sebesar NiCd. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ME terjadi jika baterai yang belum habis energinya, sudah di charge ulang. Bila kerjaan ini dilakukan berkali-kali, batre dapat kehilangan kejantanan kapasitas sehingga hanya mampu menampung sedikit energi saja. ME ini dapat diminimalisir dengan mengosongkan batre itu sampai benar-benar habis sebelum kita men-chargenya kembali.
Kalau gw pribadi menyiasati sisa energinya batre dengan “mencolokan” batre itu ke kipas kecil (bekas kipas CPU komputer). Tunggu kira2 2 jam-an sampai kipasnya berhenti berjalan, itu tandanya batrai sudah benar-benar kosong.
Li-Po (Lithium Polymer).
Tipe batre Li-Po ini merupakan teknologi terbaru yang paling mutakhir dalam baterai untuk airsoft, lebih ringan dan lebih besar kapasitasnya dari NiMH. Batre ini juga mudah-mudahan tidak akan mengalami memory effect hingga kita bebas mengisi baterai jenis ini kapan saja. Namun, jika dibandingkan dengan kedua batre jenis diatas, LiPo ini harganya lebih mahal.Tapi seperti kata kang shinobi bilang, “Harga tidak akan bohong”. hehehe
Catatan penting untuk batere Lithium Polymer (Li-Po): Jangan sampai batere kosong total selama penggunaan. Membiarkan batere Li-Po overdischarge di bawah 3 volt akan merusakkan selnya. Jadi, kalau tembakan dirasakan sudah lemah, hentikan penggunaan dan segera di-charge. Ini kebalikan dengan batere Nicd atau NiMh.
Berapa Lama Waktu Charging
Perhitungan dasar charging time dapat dihitung dengan rumus ideal sebagai berikut :
mAhB = Kapasitas Maksimum Baterai
mAhC = Bersarnya Amper perjam yang diberikan charger
th = Total Waktu dalam Jam
th = mAhB / mAhC (cukup gampang toh rumusnya)
Jadi, misalnya kapasitas baterai 1800 mAh dan Ampre Chargernya 100 mAh, berarti :
1800 / 100 = 18 jam
Waktu yang diperlukan untuk chargingnya pada kondisi ideal adalah 18 jam !!.
Note: Posting ini seluruhnya sebagian diambil dari www.capsoftgun.com




