Bagi seorang yang ngakunya blogger, adakalanya coretan, curahan hati, postingan ataupun artikel yang mereka tulis dijejali komentar2 dari pengunjung setia blog tersebut. Untuk komentar yang sifatnya positif , mendukung, mensuport, mengamini, pertamax!! ataupun sekedar kirim2 salam, pastinya di sikapi oleh kita dengan perasaan berbunga-bunga, bangga dan senang karena tulisannya bisa menggugah hati para pembaca. Tapi bagaimana kita menyikapinya bila yang datang komentar2 miring bernada sinis, hujatan, makian, cemoohan, celaan ataupun kritikan yang mampir di blog tercintah kita?. Ahh.. saya jadi teringat kata-kata ini.
Kejernihan ataupun kekotoran hati seseorang salah satunya akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, mungkin akan mudah goyah , resah dan gelisah pada semut merah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan kepada orang2 yang mengkritik, mencela atau menghinanya. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih ataupun argumen untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.
Allah SWT tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Kritikan pun bisa muncul melalui lisan dari orang tua, teman, kakak, adik, saudara, sesama blogger, musuh bubuyutan, atau siapa saja. Terserah Allah SWT. Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji dengan dolar, mereka telah sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di dunia dan di akhirat kelak.
Ada tiga bentuk sikap orang yang menyampaikan kritik ataupun teguran.
- Pertama, kritiknya benar dan caranya pun benar.
- Kedua, kritiknya benar, tetapi caranya menyakitkan.
- Dan ketiga, kritiknya tidak benar dan caranya pun menyakitkan.
Bentuk kritik yang manapun datang kepada kita, semuanya menguntungkan. Sama sekali tidak menjatuhkan kemuliaan kita dihadapan siapapun, apabila sekiranya sikap kita dalam menghadapinya penuh dengan kemuliaan sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
So, moral dari semua tulisan ini, janganlah cepat marah kalau ada komentar yang berisi kritikan, celaan, ataupun makian yang mampir di blog kita. Jadikan komentar2 miring tersebut sebagai pembelajaran dan introspeksi bagi diri kita atau aggaplah komentar2 tersebut salah satu bentuk “teguran” dari-Nya. Toh.. kita ini mahkluk cipataan-Nya yang tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Note : gambar diatas di unduh dari http://blaugh.com
(nyambung gak sih gambarnya?
Tags: Coretan Nakal, Renungan Hati






